4 Kemungkinan Efek Negatif Operasi Plastik yang Perlu Anda Tahu

Akhir-akhir ini banyak orang yang menjalani operasi plastik untuk menunjang penampilan mereka. Apakah Anda termasuk orang yang tertarik pada operasi plastik? Jika iya, ada baiknya Anda baca artikel di bawah ini agar paham beberapa efek negatif yang mungkin timbul dari operasi.

Kesakitan Fisik

Tidak bisa dipungkiri, saat Anda menjalani proses operasi plastik, Anda akan mengalami kesakitan yang luar biasa. Tanpa ada maksud untuk menakut-nakuti, memang demikianlah adanya dan sudah dikonfirmasi oleh orang-orang yang menjalani prosedur operasi plastik.

Mungkin Anda berpikir rasa sakit itu bisa diatasi dengan obat bius atau anestesi. Ya, anestesi memang bisa membantu, namun bagaimana dengan rasa sakit pasca operasi? Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka tidak tahan rasa sakit yang terus menerus terjadi pasca operasi. Bahkan ada gejala lain yang menyusul rasa sakit tersebut seperti rasa mual, muntah-muntah, sakit kepala yang amat sangat, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, rasa sakit ini akan menghilang seiring berjalannya waktu. Namun ada juga orang yang terus merasakannya meskipun kejadian ini sangat jarang terjadi.

sakit operasi plastik

Ini jugalah yang menjadi alasan mengapa ada semacam terapi trauma pasca operasi plastik karena memang terapi tersebut dibutuhkan untuk menanggulangi rasa sakit yang timbul. Kecuali Anda berani menghadapi kesakitan tersebut dan kecuali Anda benar-benar yakin rasa sakit tersebut sepadan dengan apa yang Anda dapatkan, sebaiknya Anda berpikir dua kali untuk menjalani operasi plastik.

Kekurangan Darah

Efek ini merupakan salah satu yang paling sering terjadi bagi pasien yang menjalani operasi plastik. Bahkan pada banyak kasus, pasien bisa kehilangan banyak darah akibat operasi plastik. Kejadian ini terjadi bukan hanya karena ada sesuatu yang salah dengan prosedur operasi plastik. Bahkan jika prosedur sudah berjalan dengan baik, kemungkinan pasien kehilangan banyak darah tetap bisa terjadi dan kejadian ini jarang bisa diprediksi sebelumnya oleh dokter.

Dan jangan sekali-kali Anda menyepelekan kehilangan banyak darah. Jangan sampai Anda berpikir, “Ah nanti juga darah akan diganti lagi dengan darah dari transfusi atau dari jantung”. Kehilangan darah dalam jumlah yang banyak bisa mengarah pada gagal organ dan yang paling parah bisa berakhir pada kematian. Meskipun kondisi ini tidak sering terjadi melihat kemajuan di dunia medis termasuk pada prosedur operasi plastik belakangan ini, namun tidak bisa dipungkiri, hal ini tetap bisa dianggap sebagai salah satu efek negatif dari operasi plastik.

biaya operasi plastik - mahal

Biaya yang Sangat Besar

Sudah bukan rahasia lagi, operasi plastik bukanlah termasuk operasi yang murah. Banyak prosedur operasi plastik yang bisa menguras kantong Anda hingga ratusan juta rupiah untuk sekali prosedur. Dan biaya ini akan semakin meningkat seiring dengan reputasi dan pengalaman dokter yang menangani Anda. Dan tidak hanya itu saja, Anda juga harus memikirkan tentang bagaimana kondisi keuangan Anda setelah menjalani prosedur operasi plastik.

Supaya Anda tahu saja, prosedur operasi plastik yang sederhana saja mengharuskan Anda untuk istirahat total agar pulih sepenuhnya selama beberapa hari. Dan prosedur yang lebih kompleks bisa memaksa Anda untuk istirahat total selama berminggu-minggu atau bahkan beberapa bulan sebelum badan Anda memang benar-benar sudah siap dengan aktivitas normal Anda. Bayangkan berapa lama Anda akan berhenti bekerja akibat prosedur tersebut.

Kemungkinan Reaksi Alergi

Ketika Anda akan menjalani prosedur operasi plastik, dokter pasti akan melacak riwayat alergi Anda. Alasannya adalah untuk melihat apakan prosedur memang benar-benar bisa dilakukan nantinya. Juga karena ada beberapa hal yang ditanamkan di badan Anda dan beberapa pengobatan yang mungkin Anda butuhkan nantinya. Bisa jadi badan Anda menolak hal-hal tersebut sehingga menimbulkan reaksi alergi. Jika reaksi alergi terjadi, pasti akan dibutuhkan penanganan khusus yang tentunya akan membuat Anda semakin tersiksa. Dan penanganan ini bisa berjalan selama beberapa minggu.